Artikel Perintis

Adik Perintis Pembawa Misi Pemakmur Desa yang Berhasil Kuliah di ITB

Berjuang di titik terlemah di kala pandemi itu tidaklah mudah

Walaupun kondisi  pandemi, Ikhwan tetap bersemangat dan terus mengejar mimpi ikhtiarnya ingin berkuliah dan berambisius dengan membantu bengkel orang tuanya serta menjual sepeda online.

Penghasilan yang di peroleh membantu orang tuanya dapat terpakai dengan membeli paket data kouta internet untuk mencari informasi beasiswa dan daftar perguruan tinggi.

Dan yang bisa kita pelajari oleh kisahnya ikhwan adalah walaupun berangkat dari anak desa, kita juga wajib berbakti kepada orang tua dalam kondisi apapun bukan hanya pada saat sulit saja kita ingin bantu.

Inilah yang menjadi kunci meraih kesuksesan diterimanya menjadi salah satu penerima manfaat beasiswa perintis dan lulus SNMPTN ITB.

Kisahnya Ikhwan mengajarkan kita tentang Keterbatasan tidak harus menjadi penghalang, karena selalu ada jalan untuk meraih kesuksesan. Melalui dukungan beasiswa Perintis dan manfaat dari dana zakat, Ikhwan telah membuktikan bahwa mimpi dapat menjadi kenyataan.

Semua mimpi bisa kita raih dan kita jemput dengan usaha yang sungguh-sungguh. Mari kita dukung satu sama lain dalam mewujudkan impian dan memperjuangkan pendidikan yang lebih baik melalui 😀

Adik Perintis Pekerja Keras yang Sukses Kuliah dan Menjadi Reporter di ITB

Bangkit dari kehilangan sosok orang yang di cintai yaitu orang tua menjadi tantangan yang sulit dilalui, Rama, yang pada saat itu sedang semangat-belajarnya, mendapat kabar duka tentang kepergian orang tuanya. Kehilangan tersebut membuatnya merasa terpuruk dan kehilangan motivasi dalam belajar. 

Merawat seorang ayah yang mengalami stroke ringan titik terlemah menjadi titik balik perjuangan rama dimulai. Ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya untuk melawan segala rintangan dan cambukan untuk semakin gigih dan fokus dalam mengejar tujuan akademiknya. 

Rama tidak peduli dan tidak minder Keadaan sulit dalam keluarganya. Semakin gigih dan fokus mengejar impian kuliahnya, Rama berhasil mendapatkan beasiswa yang akan mendorongnya untuk kuliah di perguruan tinggi. Bagi Rama, ini adalah kado terindah yang bisa ia berikan kepada ibu dan ayahnya di surga, sebagai penghormatan atas perjuangan mereka berikan kepada rama.

Perjalanan Rama mengajarkan kita bahwa ketika kita dengan sungguh-sungguh mengikhtiarkan apa yang kita niatkan dalam belajar, pertolongan akan datang. Meskipun melewati titik terlemah yang tidak mudah dilalui, dengan ikhtiar dan keberserahan kepada Tuhan, Rama selalu merasa didampingi oleh-Nya dalam mewujudkan niat dan cita-citanya.

setelah berhasil mendapatkan beasiswa perintis, Rama tidak berhenti hanya dengan mendapatkan beasiswa. Ia terus bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri dan menjaga semangat belajarnya. Rama memiliki tujuan besar, yaitu menjadi mahasiswa berprestasi yang bisa membahagiakan orang tuanya.

Rama tidak hanya fokus pada kehidupan akademiknya, tetapi juga berusaha untuk berkontribusi pada masyarakat. Ia bekerja sebagai seorang reporter di ITB, di mana ia dapat mengembangkan kemampuan komunikasinya dan membagikan informasi kepada orang lain.

Selain itu, Rama juga menjadi tutor belajar, dengan tujuan untuk berbagi ilmu kepada adik-adiknya dan mendorong mereka agar tidak mudah patah semangat serta terus bermimpi. 

Rama meyakini bahwa dengan terus berikhtiar dan memohon yang terbaik kepada-Nya, ia akan mendapatkan izin dan kelancaran dalam mewujudkan impian kuliah di perguruan tinggi yang telah lama diimpikannya.

Adik Perintis: Sambil Melaut Mendayung Mimpu

Bersama kesulitan pasti ada kemudahan

Ini yang dirasakan Sendy, berasal dari keluarga ayah seorang nelayan  yang bahkan tidak lulus SD, dan seorang ibu sebagai ibu rumah tangga. Kondisi ini tidak pernah menjadi penghalang bagi Sendy meraih mimpinya.

Sebuah hadiah spesial yang dipersiapkan oleh Allah SWT untuk Sendy mendapatkan beasiswa PT. Timah Tbk. Sendy mendapatkan beasiswa yang terdiri dari biaya sekolah, kebutuhan sekolah dan uang saku yang membuat Sendy bisa bersekolah dengan nyaman dan dapat membantu meringankan beban orang tua.

Sendy percaya bahwa titik balik dari keterbatasan membuatnya bisa terus memaksimalkan potensi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Banyaknya masalah bisa diartikan juga banyaknya keajaiban dan hikmah yang telah disediakan oleh Allah SWT.

Selama masa SMA Sendy telah diberikan kesempatan yang banyak untuk terus berprestasi mulai dari juara kelas, menjadi duta anak di Kabupaten Bangka Belitung, menjuarai berbagai jenis lomba fisika dan matematika tingkat Provinsi Bangka Belitung.

Ada masa di mana Sendy merasa ragu. Namun karena tekad yang bulat dan keyakinan yang kuat Sendy dengan yakin mendaftarkan dirinya ke ITB. Sendy mempunyai Visi dan Misi yang besar untuk bisa berkuliah di ITB dan mewujudkan mimpinya membantu banyak orang terutama di daerahnya. Mimpi Sendy adalah bisa mendirikan Farma Grup yang besar yang bisa menjangkau seluruh pelosok negeri.

Walaupun sempat dikecewakan karena tertolak pada jalur SNBP, tapi Sendy tidak menyerah, terus belajar segenap jiwa sehingga akhirnya diterima melalui jalur SNBT.

Dari Sendy kita belajar arti tidak menyerah di tengah terbatasnya keadaan.